Indragiri Hilir – Dalam rangka mendukung program swasembada pangan dan mewujudkan ketahanan pangan nasional, BUMDes Berkah Amanah bersama Polsek Tembilahan Hulu melaksanakan kegiatan panen jagung pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 09.00 WIB di lahan milik masyarakat atas nama Saing, RT 003 RW 004 Dusun Kumbayat, Desa Pekan Kamis, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir.
Kegiatan panen jagung tersebut dihadiri oleh Camat Tembilahan Hulu Denny Satriyanto, S.Sos, Kapolsek Tembilahan Hulu AKP Anra Nosa, S.H., M.H., Kasi Trantib Kecamatan Tembilahan Hulu Arianto, M.S.E., Koordinator BPP Tembilahan Dwi Angraeni Kusuma, S.PKP, Kepala Desa Pekan Kamis Misman A. MD, Ketua BPD Desa Pekan Kamis Asmiadi, Bhabinkamtibmas Desa Pekan Kamis Bripka Rusdin, personel Polsek Tembilahan Hulu, para kepala dusun, ketua RT/RW, serta undangan lainnya.
Panen dilakukan di lahan seluas 0,5 hektare milik warga Desa Pekan Kamis dengan estimasi hasil panen mencapai sekitar 300 kilogram jagung. Kegiatan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang dijalankan BUMDes Berkah Amanah bersama masyarakat dan didukung oleh Polsek Tembilahan Hulu.
Melalui kegiatan ini, hasil panen jagung diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat sekaligus memenuhi kebutuhan pakan ternak yang menjadi salah satu komoditas penting dalam mendukung ketahanan pangan. Program tersebut juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan yang kuat dan berkelanjutan.
Rencananya, sebagian hasil panen akan didistribusikan dan dijual ke BULOG Tembilahan, sementara sebagian lainnya akan dimanfaatkan sebagai bibit untuk penanaman kembali pada lahan yang sama. Langkah ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan produksi jagung serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Selain itu, sinergi antara Polsek Tembilahan Hulu dan kelompok tani menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Kehadiran program ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah serta mendorong terbentuknya lumbung pangan desa di berbagai wilayah pelosok.
Meski demikian, dalam proses budidaya terdapat sejumlah kendala, di antaranya beberapa lahan yang terdampak banjir serta serangan hama tikus yang menyebabkan pertumbuhan tanaman jagung tidak maksimal.(Yti)
