Menyalurkan Cinta, Menumbuhkan Harapan: LAZ Batam Kembali Jadi Mitra Kepercayaan Kemensos RI bagi Anak YAPI Kepri



BATAM, 30 Juli 2025 — Di balik angka statistik dan laporan anggaran, terdapat wajah-wajah kecil yang menggantungkan harapan pada keberpihakan negeri ini. Mereka adalah anak-anak YAPI: yatim, piatu, dan yatim piatu—generasi yang kehilangan figur orang tua, tetapi tidak boleh kehilangan harapan.


Tahun 2025 menjadi momentum penuh makna bagi Lembaga Amil Zakat (LAZ) Batam. Lembaga ini kembali dipercaya oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Bantuan ini diperuntukkan khusus bagi anak-anak YAPI di Provinsi Kepulauan Riau.


Dalam program terbaru ini, sebanyak 18 anak menerima bantuan senilai Rp1.200.000 per orang. Bantuan disalurkan secara resmi oleh LAZ Batam pada Ahad, 27 Juli 2025, melalui mekanisme yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun, yang membedakan program ini bukan semata besarannya, melainkan nilai-nilai yang menyertainya.


“Ini bukan hanya tentang angka. Ini tentang menyambung kembali tali kasih yang mungkin telah putus karena kehilangan. Kami ingin anak-anak ini tahu bahwa mereka tidak sendiri,” ungkap Syarif, pengurus LAZ Batam, dengan mata berbinar.


Lebih dari sekadar penyaluran dana, LAZ Batam menyiapkan program pembinaan holistik yang wajib diikuti oleh setiap penerima manfaat. Program ini menyentuh dimensi intelektual, moral, dan emosional—sebuah pendekatan menyeluruh yang bertujuan menumbuhkan karakter dan kemandirian anak-anak.


“Pembinaan ini kami desain bukan sekadar kegiatan pelengkap, melainkan sebagai jembatan menuju masa depan yang lebih baik. Anak-anak belajar budi pekerti, nilai-nilai kasih sayang, serta bagaimana memaknai hidup dalam kondisi mereka. Kami hadir bukan sebagai pemberi, tapi sebagai pendamping,” lanjut Syarif.


Kebutuhan yang ditanggung dari bantuan ini pun beragam—mulai dari kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, dan layanan kesehatan, hingga perlengkapan pendidikan seperti alat tulis dan transportasi ke sekolah. Semua dirancang agar anak-anak dapat melanjutkan hidup dan belajar dengan martabat yang utuh.


Tak berhenti sampai di situ, LAZ Batam juga melakukan monitoring berkala untuk memastikan setiap rupiah menyentuh kebutuhan yang tepat. Proses ini bukan sekadar administrasi, melainkan bentuk kepedulian yang berkesinambungan.


Program ini adalah buah kolaborasi antara pemerintah pusat dan lembaga zakat daerah—contoh konkret bagaimana negara hadir melalui jejaring kebaikan yang terorganisir. Di tengah realitas sosial Kepulauan Riau yang masih mencatat angka tinggi untuk anak-anak YAPI, program ini menjelma menjadi pelita kecil di tengah gulita kehilangan.


LAZ Batam menyambut amanah ini bukan hanya sebagai bentuk penghargaan, tetapi juga sebagai ujian integritas. “Setiap rupiah yang kami salurkan adalah doa, adalah harapan, dan harus dibingkai dalam keikhlasan,” ujar Syarif menutup pernyataannya.


Di balik penyaluran bantuan, sesungguhnya yang sedang dibagikan adalah perhatian, kasih sayang, dan keyakinan bahwa masa depan mereka masih bisa cerah. Bahwa negeri ini tidak membiarkan mereka berjalan sendiri.


Semoga kepercayaan ini menjadi awal dari lebih banyak program yang menjangkau anak-anak lain yang menanti uluran tangan dan pelukan hangat dari bangsa yang peduli.(Yanti)

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler