Dr. Amzakar Ahmad Ajak Ormas Islam Bersatu Menuju Batam Hebat dan Dahsyat


 

Batam –sidikfokusid - Dalam momen penting Rapat Koordinasi Ormas Islam se-Kota Batam, Wali Kota Batam, Dr. Amzakar Ahmad, M.Si., menyampaikan sambutan yang sarat motivasi, refleksi, dan ajakan membangun kolaborasi keumatan untuk kemajuan daerah. Kegiatan ini menjadi momentum strategis menyatukan persepsi dan gerak langkah seluruh elemen Ormas Islam dalam merancang masa depan Batam yang unggul di tingkat Asia Tenggara.


Dr. Amzakar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rakor tersebut. Ia berharap semangat kebersamaan ini dapat terus terjaga dan melahirkan gagasan-gagasan cemerlang yang membangun. "Saya mengapresiasi kegiatan hari ini. Semoga Ormas Islam terus bersatu dan mampu memunculkan ide-ide yang berlian," ungkapnya dengan nada optimistis.


Lebih jauh, ia menyadari bahwa tidak semua organisasi masyarakat Islam memiliki persepsi yang sama dalam soal kepemimpinan. Namun, momentum hari ini menunjukkan keseriusan semua pihak untuk menyatukan visi dalam rangka membawa Batam menuju perubahan besar yang hebat dan dahsyat. "Batam tidak membutuhkan orang-orang yang hanya kritis tapi tidak mampu berbuat. Kita butuh orang-orang yang berpikir positif, yang dapat menjadi sahabat bagi investasi dan penggerak ekonomi unggul di kawasan Asia Tenggara," tegasnya.


Dalam konteks itu, Wali Kota juga menyoroti pentingnya kesinambungan program-program pemerintah agar dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat, bahkan hingga ke lapisan terbawah, yang ia analogikan sebagai “rumput yang terbakar”. Ia ingin setiap program tidak berhenti pada kebijakan formal, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat.


Dr. Amzakar menekankan bahwa kunci keberhasilan pembangunan adalah sumber daya manusia. Menurutnya, pendidikan merupakan faktor utama untuk mencapai kesuksesan, baik di dunia maupun di akhirat. “Kalau ingin sukses di dunia, jawabannya adalah pendidikan. Kalau ingin sukses di akhirat, juga pendidikan. Maka, SDM harus kita bangun dengan serius,” ujarnya.


Dalam sambutannya, Amzakar juga berbagi pengalaman pribadi yang emosional. Ia mengenang masa-masa sulit saat mencalonkan diri sebagai Wali Kota. “Saya melawan kemustahilan. Waktu itu saya seperti penderita kusta, banyak yang menjauh karena takut terseret sorotan media. Tapi saya tidak menyerah. Hari ini, mari kita lupakan masa lalu itu, mari kita bersatu untuk membangun Batam ke depan,” ujarnya penuh semangat.


Ia mengungkapkan bahwa perjuangan menghadapi ketidakmungkinan itu layak dijadikan sebuah buku dengan judul "Amzakar Melawan Kemustahilan." Sebuah refleksi hidup tentang semangat juang dan tekad kuat menggapai cita-cita meski dalam tekanan dan keterasingan sosial-politik.


Dalam sesi tersebut, ia juga menyampaikan gagasan penting berupa program “Satu Pulau Satu Sarjana”, sebagai ikhtiar strategis pemerataan akses pendidikan tinggi bagi seluruh anak negeri. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Baznas dan Pemerintah Kota Batam agar memiliki satu konsep dan satu arah gerakan demi penguatan umat.


Dr. Amzakar juga mengajak seluruh komponen umat Islam untuk memperkuat spirit kebersamaan dan gotong royong. Ia percaya bahwa dengan kekompakan dan persatuan, tantangan apa pun dapat dilalui. Ia menyoroti perlunya tata kelola manajemen yang baik dan profesional, serta menekankan pentingnya berpikir produktif dalam menghadirkan solusi terbaik bagi masyarakat.


Menariknya, dalam gaya khasnya yang penuh humor, ia mengkritisi kondisi sebagian pegawai yang masih bekerja dengan pola lama. “Jangan seperti gambaran pegawai kita, datang pagi untuk absen, lalu menghilang di siang bolong, dan datang lagi hanya untuk absen pulang sambil bercanda,” ujarnya disambut gelak tawa peserta.


Akhir sambutannya ditutup dengan harapan besar. Dr. Amzakar menyebut bahwa Rapat Koordinasi Ormas Islam ini bukan sekadar pertemuan formalitas, melainkan forum strategis untuk menyatukan persepsi keumatan demi kemajuan Kota Batam. Ia percaya, dengan keikhlasan dan niat baik dari seluruh elemen umat Islam, Batam bisa menjadi kota yang hebat secara ekonomi, tangguh dalam spiritualitas, dan unggul dalam peradaban. (Nursalim Turatea/Yti).

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler